Tampilkan postingan dengan label Doa Sang Katak 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa Sang Katak 1. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Agustus 2008

Cinta

“ Temanku tidak kembali dari peperangan, Kapten.

Saya mohon izin untuk pergi keluar dan mencari dia. “

“ Izin ditolak, “ kata perwira. “ Aku tidak mau engkau mempertaruhkan hidupmu; kemungkinan besar ia sudah mati. “

Namun prajurit pergi juga, dan sejam kemudian kembali, luka parah, membawa jenazah temannya.

Perwira marah sekali. “ Sudah kukatakan, ia sudah mati.
Sekarang aku kehilangan kamu berdua.
Bagaimana, apa wajar keluar hanya untuk membawa pulang jenazah ? “

Yang hampir mati menjawab : “ Oh, wajar Kapten.
Ketika aku datang, ia masih hidup.
Dan ia berkata kepadaku, Yack, saya yakin, engkau akan datang. “


(Doa Sang Katak 1, Anthony De Mello, Penerbit Kanisius, Cetakan 15, 1990)

Cinta

Pada pemakaman orang yang sangat kaya, seorang asing kelihatan meratap menangis keras-keras seperti yang lain.

Imam yang bertugas datang kepadanya dan bertanya :

“ Mungkin saudara masih kerabat dekat dengan yang meninggal ? “

“ Tidak. “

“ Nah mengapa saudara menangis ? “

“ Entahlah mengapa. “


Semua kesedihan – entah pada kesempatan apa – itu karena diri sendiri.


(Doa Sang Katak 1, Anthony De Mello, Penerbit Kanisius, 1990)